A. Subsistem
Upaya Kesehatan (UK)
Upaya kesehatan adalah subsistem SKN yang mencakup seluruh kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif oleh berbagai aktor (pemerintah, swasta, dan masyarakat) untuk meningkatkan derajat kesehatan (3). Upaya kesehatan sering diartikan sebagai "fasilitas kesehatan," atau disebut delivery system oleh WHO (1).
1. Konsep
Dasar
SKN Indonesia mengadopsi pendekatan sistemik dan holistik di mana subsistem saling berinteraksi (2).
Upaya kesehatan harus terintegrasi dengan subsistem lain seperti pembiayaan, SDM, dan informasi kesehatan (2). Tiga pilar Upaya Kesehatan meliputi:
·
Upaya Kesehatan
Perorangan (UKP): Fokus pada kuratif dan rehabilitatif, berkembang pesat dengan
adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) (3).
·
Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM): Menekankan promotif dan preventif, seperti imunisasi, gizi,
dan pengendalian penyakit menular (3).
·
Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM): Dilaksanakan oleh masyarakat secara mandiri,
bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat (Contoh: Posyandu dan Desa Siaga)
(1, 3).
2. Perkembangan
Terkini dan Masalah
Pemerintah
mendorong integrasi UKM dan UKP melalui pendekatan Continuum of Care,
memperkuat Puskesmas sebagai garda terdepan, serta mengimplementasikan
digitalisasi (rekam medis elektronik dan smart healthcare) (3).
Kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental, serta sanitasi lingkungan menjadi
fokus utama dalam UKM (3).
Masalah
dan Tantangan:
a. Fragmentasi
Layanan: UKM dan UKP sering berjalan terpisah dalam perencanaan dan
pelaksanaan, menyebabkan duplikasi program dan sistem rujukan yang belum
optimal di daerah terpencil (4).
b. Ketimpangan
Akses: Distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan tidak merata, terutama di
wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), sehingga UKP dan UKM tidak berjalan
maksimal (4).
c. Keterbatasan
SDM dan Anggaran: Anggaran UKM sering lebih kecil dibanding UKP, padahal UKM
bersifat preventif dan cost-effective dalam jangka panjang (4).
d. Partisipasi
Masyarakat Rendah: UKBM belum dimanfaatkan optimal karena kader kurang mendapat
pelatihan dan insentif, serta rendahnya partisipasi masyarakat di daerah urban
dan semi-urban (4).
B. Subsistem
Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK)
Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) adalah salah satu subsistem kunci SKN, merujuk pada semua tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang terlibat dalam pelayanan kesehatan (6). Pengelolaan SDMK mencakup perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, pengembangan, pembinaan, serta retensi dan kesejahteraan (6).
Masalah dan Tantangan SDMK
1. Ketersediaan dan Distribusi: Adanya ketidakseimbangan distribusi tenaga kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta di daerah 3T, menyebabkan kekurangan dokter, perawat, atau tenaga kesehatan dasar lainnya (8).
2. Kualitas dan Kompetensi: Jumlah SDMK saja tidak cukup; mereka harus memiliki kompetensi, keahlian, etika, dan kemampuan yang relevan (8). Banyak tenaga kesehatan yang belum menerima pelatihan dan pengembangan profesional yang memadai (8).
3. Perencanaan dan Pengadaan yang Lemah: Perencanaan kebutuhan SDMK di daerah seringkali belum akurat dan proses pengadaan tenaga kesehatan terkadang lambat atau birokratis (7, 8).
4. Pengawasan Mutu: Supervisi, monitoring, dan evaluasi terhadap kinerja tenaga kesehatan belum berjalan konsisten, memungkinkan praktik suboptimal dan perbedaan kualitas antar fasilitas (8). Beban kerja yang berlebihan pada tenaga kesehatan di daerah minim SDMK juga dapat menyebabkan burnout (16).
C. Subsistem
Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan kesehatan adalah komponen utama yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan sistem kesehatan, berfungsi sebagai perlindungan terhadap risiko finansial akibat biaya pengobatan yang tinggi (terutama penyakit katastropik) (10).
1. Tujuan
Sistem Pembiayaan
Sistem
pembiayaan pelayanan kesehatan harus bertujuan untuk (10):
· Risk Spreading:
Mampu meratakan besaran risiko biaya sehingga dapat terjangkau oleh setiap
rumah tangga.
· Risk Pooling:
Mampu menghitung dan mengakumulasikan risiko biaya tinggi antarindividu, sesuai
prinsip solidaritas.
· Connection Between
Ill-Health and Poverty: Memastikan orang miskin
dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa biaya yang tidak
proporsional (10).
2. Sumber
dan Sistem Pembayaran
· Sumber Utama Pembiayaan:
Pemerintah, sektor swasta, asuransi kesehatan, dan sumber eksternal (10).
· Tujuan UHC: Pembiayaan kesehatan sangat penting dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sesuai RPJMN (2020-2024), yaitu sistem yang memberikan akses pelayanan yang adil, merata, dan berkualitas dengan biaya yang terjangkau (12).
Macam Sistem Pembiayaan:
· Fee for Service (Out of
Pocket): Sistem pembayaran berdasarkan layanan;
semakin banyak layanan, semakin banyak pendapatan PPK (Pemberi Pelayanan
Kesehatan) (13). Kelemahan sistem ini adalah terbukanya peluang bagi PPK untuk
memanfaatkan Agency Relationship (13).
· Health Insurance:
Sistem pembayaran yang dilakukan oleh pihak ketiga (asuransi) (13). Sistem ini
dapat berupa kapitasi (pembayaran dimuka sejumlah dana berdasarkan perkalian
anggota dengan satuan biaya) atau DRG system (13).
3. Masalah
Pembiayaan
Meskipun
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai cakupan tinggi, tantangan masih
muncul terkait pembayaran iuran (14). Program JKN sering mengalami defisit
anggaran setiap tahun karena biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS
Kesehatan melebihi jumlah premi yang diterima (15). Selain itu, masih banyak
peserta yang harus membayar layanan kesehatan secara out-of-pocket, yang
dapat meningkatkan beban finansial (15).
DAFTAR PUSTAKA
1. Garcia
AR, Filipe SB, Fernandes C, Estevão C, Ramos G. Review dan Reformasi Sistem
Kesehatan Nasional Indonesia.
2. JUWITA
CP. Modul Sistem Kesehatan Nasional. Fak Vokasi Univ Kristen Indones.
2021;13(3):1–225.
3. Peraturan
Presiden RI No 72. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2012
Tentang Sistem Kesehatan Nasional. Nomor 193. 2012. 43 p.
4. Rahman
A&. Buku Dasar-dasar Manajemen Kesehatan. J Chem Inf Model.
2020;53(9):1689–99.
5. Suprapto
S, Karsa PS. Kebijakan Kesehatan Nasional. 2023. 169 p.
6. Garcia
AR, Filipe SB, Fernandes C, Estevao C, Ramos G. Review dan Reformulasi Sistem
Kesehatan Nasional Indonesia. 2023. 161 p.
7. Maharani
S. Analisis Tantangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Indonesia pada
Tingkat Puskesmas: A Literature Review. ResearchGate. 2022;(December):0-9.
8. Bilqis
M. Tantangan Sistem Kesehatan Nasional: Distribusi dan Ketersediaan Sumber
Daya. J Soc. 2023;2(1):1-8.
9. Attiriani
AN. Tantangan Dan Isu Strategis Sumber Daya Manusia Pada Puskesmas Di
Indonesia. J Kesehat Tambusai. 2022;3(3):2-6.
10. Hidayati
FAN, Sari DP. Perencanaan Pembiayaan Kesehatan di Rumah Sakit. Semin Inf
Kesehat Nas. 2021;2:226-33.
11. Yuliarti
Pasau, Vip Paramarta. Strategi Manajemen Pembiayaan Kesehatan dan Asuransi
dalam Pelayanan Kesehatan: Studi Literature. J Mhs Ilmu Kesehat.
2023;1(4):01-10.
12. Pribadi
FA, Setijaningrum E. Analisis Prinsip Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung
Cakupan Kesehatan Semesta di Indonesia. Jejaring Adm Publik. 2023;15(2):60-78.
13. Anonim.
Modul Konsep sistem pembiayaan. J Kesehat Masy [Internet]. 2020;1-62. Available
from: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/11307/1/Modul
Pembiayaan Kesehatan.pdf
14. Salsabila
L. Evaluasi Efektivitas Subsistem Upaya Kesehatan dalam Meningkatkan Akses dan
Kualitas Pelayanan. 2023 [cited 2025 Sep 23]; Available from: https://www.researchgate.net/publication/376581589_Evaluasi_Efektivitas_Subsistem_Upaya_Kesehatan_dalam_Meningkatkan_Akses_dan_Kualitas_Pelayanan_Evaluating_the_Effectiveness_of_the_Health_Intervention_Subsystem
in Improving Access and Service Quality
15. Lubis
FA. Analisis Efektivitas Sistem Pembiayaan Kesehatan di Indonesia (Analysis on
the Effectiveness of Indonesia's Health Financing System). Fakultas Kesehatan
Masyarakat, Universitas Indonesia [Internet]. 2024 [cited 2025 Sep 23];
Available from: https://www.researchgate.net/publication/386644374_Analisis_Efektivitas_Sistem_Pembiayaan_Kesehatan_di_Indonesia_Analysis_on_the_Effectiveness_of_Indonesia's_Health_Financing_System
16. Bilqis
M. Tantangan Sistem Kesehatan Nasional: Distribusi dan Ketersediaan Sumber
Daya. 2023 Dec.
Komentar
Posting Komentar