Teori dan Konsep Perubahan Lingkungan Strategis Sistem Kesehatan.


A.    Faktor Internal dan Eksternal pada Tingkat Global

Perubahan lingkungan strategis menuntut sistem kesehatan untuk mampu beradaptasi karena sifatnya yang dinamis dan kompleks (1).

1.     Faktor Internal

·       Sumber daya manusia kesehatan (SDM): Kesenjangan distribusi SDM kesehatan dan kompetensi di daerah memengaruhi mutu layanan, namun kapasitas tenaga kesehatan yang adaptif menjadi kunci dalam menghadapi perubahan global (2).

·       Infrastruktur dan Sarana Prasarana: Keterbatasan fasilitas kesehatan, seperti kekurangan ruang ICU, terbukti menjadi kendala saat menghadapi krisis global seperti pandemi COVID-19 (1).

·       Kapasitas Adaptasi dan Ketahanan Sistem: Ketahanan sistem kesehatan global ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap krisis dan didukung oleh sistem surveilans yang kuat (1).

2.     Faktor Eksternal

·       Kebijakan dan Regulasi Internasional: Regulasi seperti International Health Regulations (IHR) menuntut negara memperkuat deteksi dini dan respons, sementara target SDGs mendorong pencapaian kesehatan yang inklusif (1).

·       Dinamika Epidemiologi Global: Transisi epidemiologi dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, serta munculnya pandemi baru, menuntut perubahan kebijakan nasional (3).

·       Globalisasi dan Mobilitas Penduduk Lintas Negara: Mobilitas lintas negara mempercepat penyebaran penyakit menular, sekaligus memicu brain drain tenaga kesehatan (1).

 

B.    Faktor Internal dan Eksternal pada Tingkat Nasional

1.     Faktor Internal

·       Kualitas, distribusi, dan pelatihan SDM kesehatan: Ketidakmerataan distribusi SDM Kesehatan, khususnya di daerah 3T, masih menjadi isu strategis, sehingga perencanaan SDM yang efektif sangat diperlukan (4).

·       Manajemen organisasi kesehatan dan tata kelola birokrasi: Efisiensi birokrasi dan pengelolaan sumber daya dapat dipengaruhi oleh lemahnya koordinasi internal dan variasi struktur organisasi pasca-desentralisasi (5).

·    Sistem informasi dan penerapan teknologi kesehatan: Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan manajemen proses bisnis yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung pengambilan keputusan (5).

·    Budaya organisasi dan kepemimpinan: Budaya organisasi yang didukung nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama tim, dan inovasi dapat meningkatkan kinerja pegawai dan mutu pelayanan (5).

2.     Faktor Eksternal

·   Kebijakan Nasional dan Peraturan Perundangan: Kebijakan nasional seperti UU Kesehatan dan regulasi JKN menentukan cakupan layanan, mekanisme pembiayaan, serta standar tata kelola (2).

·  Perubahan Sosial, Ekonomi, dan Demografi Nasional: Penuaan populasi (Ageing Population) meningkatkan beban biaya jaminan kesehatan karena tingginya prevalensi penyakit tidak menular (3).

·    Perkembangan Teknologi dan Transformasi Digital: Adopsi telemedicine di Indonesia meningkat signifikan dan menjadi komponen penting dalam strategi layanan (6), namun memerlukan regulasi dan investasi infrastruktur yang memadai (6).

C.    Faktor Internal dan Eksternal pada Tingkat Regional (Provinsi/Kabupaten/Kota)

1.     Faktor Internal

·       Kapasitas SDM kesehatan daerah: Kapasitas SDM, yang mencakup jumlah, kompetensi, dan distribusi tenaga kesehatan, merupakan faktor internal utama yang menentukan mutu layanan (3).

·      Efektivitas manajemen dan koordinasi lintas sektor daerah: Manajemen internal yang baik sangat memengaruhi kemampuan daerah dalam mengelola sistem kesehatan secara efektif, termasuk dalam perencanaan, koordinasi, dan evaluasi (3).

·       Pendanaan (APBD) dan kemampuan fiskal daerah: Ketersediaan alokasi dana dari APBD memengaruhi kemampuan daerah membiayai operasional fasilitas kesehatan, dan kapasitas fiskal yang rendah dapat menghambat implementasi program (3).

2.     Faktor Eksternal

·       Implementasi Kebijakan Nasional di Daerah: Kebijakan dari pemerintah pusat berfungsi sebagai kerangka kerja dan acuan yang memengaruhi pelaksanaan program di daerah (2).

·   Dinamika Epidemiologi Daerah: Perubahan pola penyakit di daerah memaksa sistem kesehatan regional untuk terus beradaptasi dalam penanganan (3).

· Variasi Geografis dan Aksesibilitas Wilayah: Kondisi geografis yang beragam memengaruhi distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan, sehingga menciptakan disparitas pada akses dan kualitas layanan (3).

D.    Faktor Internal dan Eksternal pada Tingkat Lokal (Puskesmas/RS/Komunitas)

1.     Faktor Internal

·    Kualitas dan jumlah tenaga kesehatan lokal: Kualitas tenaga medis, paramedis, dan administrasi di Puskesmas atau rumah sakit daerah sangat menentukan mutu layanan (4).

·    Manajemen fasilitas kesehatan lokal: Efisiensi birokrasi dan mekanisme pengambilan keputusan yang responsif terhadap kebutuhan lokal merupakan kunci kinerja layanan (5).

·       Infrastruktur pelayanan dasar: Ketersediaan fasilitas kesehatan dasar, seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu, serta teknologi informasi sederhana sangat memengaruhi kemampuan layanan (4).

2.     Faktor Eksternal

·  Kebijakan daerah yang berdampak pada fasilitas lokal: Peraturan daerah tentang pembiayaan kesehatan dan implementasi program JKN berdampak langsung pada strategi operasional fasilitas lokal (2).

·       Kondisi politik dan dukungan pemerintahan setempat: Dukungan politik DPRD setempat sangat memengaruhi alokasi anggaran kesehatan dan prioritas program lokal (2).

·       Karakteristik sosial ekonomi dan budaya masyarakat: Kesenjangan ekonomi lokal dan karakteristik masyarakat memengaruhi akses dan pola permintaan layanan kesehatan (3).



DAFTAR PUSTAKA

1.  Bappenas. Review dan reformulasi sistem kesehatan nasional Indonesia. Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. 2012.

2.     Mardiah R, Hidayat N. Analisis kebijakan kesehatan: Tinjauan terhadap faktor internal dan eksternal. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 2022;10(2):123-5.

3.  Wicaksono A, Suryani D. Analisis lingkungan internal dan eksternal dalam manajemen pelayanan kesehatan. J Manaj Pelayanan Kesehat. 2021;24(1):27-38.

4.  Octaviani P, Fitri TA, Kurnia IP, Wasir R, Arbitera C. Perencanaan SDM kesehatan: Mewujudkan kebutuhan tenaga kesehatan melalui strategi yang efektif. 2024.

5.   CHRISTI AJ, Wanasida AS. Pengaruh Sistem Pengelolaan Organisasi dan Kualitas Pelayanan Internal terhadap Kepuasan Tenaga Kesehatan (Studi pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas). JMBI UNSRAT (Jurnal Ilm Manaj Bisnis Dan Inov Univ Sam Ratulangi). 2022;9(3):1116-1139.

6.    Fakih M. Telemedicine in Indonesia During the Covid-19 Pandemic: Patient’s Privacy Rights Protection Overview. Fiat Justisia: J Ilmu Hukum. 2022;16(1):83-102.


Komentar